Wednesday, March 7, 2012

Rio : Layu Di Hujung Mekar


Haruskah ku terus melayani perasaan
Meski pun ku tahu ini hanyalah khayalan

Cintaku padamu haruskah aku teruskan
Kerana ku tahu dirimu sudah berteman

Tiada ertinya
Apakah akhirnya percintaan

Pohon cinta yang dulu mekar berbunga
Kini tandus tiada bermaya
Bunga cinta yang dulu mekar mewangi
Kini layu di pusara bumi

Tidak mungkin kembang lagi dan berseri

Damasutra : Sufi


Sufi selangkah tirai kasihmu ku buka
Engkau serahkan cinta hingga dirimu tiada
Kasih sufi kau rela pilih derita di dunia
Biar rebah di hina kau tak berubah

Kau menguasai selautan
Yang tersembunyi di genggaman
Nafi dan isbat kau sandingkan
Sebagai tali pegangan

Sufi kau hilang di pandangan
Ada di dalam kenikmatan
Engkau dan dia pasti tidak akan terpisah
Andai tertutup tirai sufi
Yang terang tidak nampak terang
Inilah siksa menyakitkan sepanjang jalan

Inginku tempuh titianmu
Dari kekasih ke kekasih
Pengabdianku bersamamu kasih
Biar rebah di hina kau tak berubah

Qiara : Hanya Padamu


Hanya pada mu
Ku serahkan segalanya
Kau bertakhta di nurani
Anggun cinta mu abadi

Hanya pada mu
Pertama dan yang terakhir
Pohon cinta ku merendang
Disirami kasih suci

Jiwa ku dipalu gemersik tak terkira
Hampir ku terlena dalam belaian mu
Cinta mu selembut sutera menjadi saksi kasih ku
Tiada dua hanyalah satu kau yang ku cintai

Sekelumit cinta sekurun kerinduan
Ku rempuhi ranjau duka
Membara sehangat api
Terhapus sepi di hati ku

Seulas bibir mu kelu tidak berkata
Namun ada sesuatu
Nurbisa dari mata mu
Terpancar cinta yang sejati

Awan yang berarak saujana membiru
Cerahlah wajah mu di rimba sendu ku
Menjadi hamparan cinta suci

Tuesday, March 6, 2012

XPDC : Titian Perjalanan


Siulan kedamaian
Nanti kepulangan
Saat ditunggu hampir lumpuh
Tenang ku rindukan
Bayangan semalam

Sedetik kita bertemu
Dalam impianku
Tak pernah luput gambaranmu
Bina cinta satu
Ke mari sayangku

Perjalanan di titian
Masa kita perlukan
Perjalanan masa kita

Seminit kita berlagu
Ada lagi waktu
Dengan ingatan tulus insan
Kita makhluk Tuhan
Kita dijadikan

Perjalanan di titian
Masa kita perlukan
Perjalanan masa kita

Zaman berzaman teguh ikatan
Sempurna insan
Itu harapan padaku
Aku harapkan

Zaman berzaman tinggal harapan
Semurni kasih
Kita dendangkan berlagu
Aku nyanyikan
(Aku dendangkan)

XPDC : Semangat Yang Hilang


Tidak engkau seorang
Juang hingga titisan
Rempuh tak berharapan

Nanti aku di sana
Di ufuk pemikiran
Lalu menghayatinya

Kita laksanakan
Mata hati yang damai
Di sana kejujuran

Semarak impian segunung harap dipulang
Usahlah diragukan keupayaan sendiri
Hati yang membara mengikutkan kata-kata
Jawapannya di sini
Semangat kita yang hilang
Oh kita cari pulang

Malu bertanya kawan
Sesat cari jalan pulang
Biar ia berkesan
Di lubuk hati terbenam

Sunday, March 4, 2012

Panji : Sayap Terluka


Dalam keributan hembusan beliung
Terbanglah aku sang camar hina
Mencari singgahan andainya kau sudi
Menghampar kasih di pantai hati

Selama kupuja kini jadi nyata
Sayang hanya untuk seketika
Sayap ku terluka ditimpa bencana
Akhirnya diri aku sendiri yang sengsara

Ku tahu diri ini bagai menggapai bintang di langit
Tersingkir jatuh tiada pernah kau peduli
Rapuhnya cinta kita patah terkulai di ranting hampa
Pedih terluka tiada siapa yang endahkan

Biar derita biar sengsara aku rela
Menjadi mangsamu
Akanku simpan di nurani ini kenangan antara kita
( hingga akhir nanti oh... )

Kini terbuktilah cinta dan kasihku
Umpama pungguk merindu bulan
Tak mungkin tercapai hasrat hati ini
Biarpun harus ku tunggu seribu tahun lagi

Panji : Semilir


Bisikan semilir memoriku
Menghimpit resah menambah duka
Kenagana indah bersamamu kasih
Kian bertakhta dilubuk hati

Engkau bertamu dihujung mimpi
Mengheret aku kelembah durja
Kau pergi kala ku tak punya apa
Jauh kutersisih tanpamu

Mana mungkinku merayu
Insan yang seindahmu
Kau dikayangan kumusafir hina yang merintih
Bagai layang-layang kuterbiar sepi
Hangatnya mentari membakarku
Langit jadi saksi
Cinta derita sengsara sepi
Cinta tiada kesudahannya

Mana mungkinku merayu
Insan yang seindahmu
Kau dikayangan kumusafir hina yang merintih
Bagai layang-layang kuterbiar sepi
Hangatnya mentari membakarku
Langit jadi saksi
Cinta derita sengsara sepi
Cinta tiada kesudahannya